Keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera merupakan idaman semua masyarakat Indonesia masa kini. Mencapai keluarga kecil tidak lagi menjadi masalah, tetapi untuk mencapai “bahagia dan sejahtera” tidaklah semudah mengucapkan slogannya yang telah begitu populer. Pada wanita: kurang gizi, stres, olahraga yang terlalu bearat, dan kelaparan yang mengakibatkan penurunan berat badan 10-15% dari berat badan ideal dapat mengakibatkan terjadinya gangguan haid, berupa makin panjangnya siklus haid atau jarangnya mendapat haid. Gangguan haid itu terjadi karena produksi estrogen menurun sehingga lama kelamaan dapat menyebabkan infertil. Keadaan ini akan kembali normal jika berat badan dinaikkan melalui konsumsi gizi yang baik dan berimbang.

Pada wanita yang menderita obesitas, jumlah produksi hormon estrogen meningkat tetapi kemampuan jumlah protein pembawa hormon tersebut (sex hormone binding globulin) berkurang sehingga mengganggu pola haid, bahkan dapat menimbulkan pendarahan bukan haid (anovulatoir). Hal ini dapat dinormalkan kembali dengan upaya penurunan berat badan melalui diet yang tepat dan terprogram. Kelenjar pituari adalah kelenjar yang menghasilkan hormon pertumbuhan dan hormon yang mengatur fungsi kelenjar tiroid, adrenal, dan gonad. Zat gizi utama yang diperlukan untuk memelihara fungsi hormon ini adalah vitamin B kompleks, asam pantotenat, niasin, vitamin E, dan mineral seng. Kita memerlukan sejumlah zat gizi utama (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, minera, dan air) agar dapat hidup sehat. Hal ini dapat dimengerti karena fungsi utama vitamin dan mineral di dalam tubuh adalah sebagai zat pengatur, yaitu bagian dari enzim dan hormon.

Zat Gizi

Sumber Bahan Pangan

  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Niasin
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Seng
  • Selenium
  • Magnesium
  • Sulfur
  • Kalsium
  • Mangan
  • Yodium
  • Inositol
  • Asam pantotenat
  • Asam folat
  • Asam lemak tak jenuh
  • Asam amino mentionin
  • Sayuran hijau, buah-buahan berwarna, hati, telur, susu, mentega, minyak ikan, minyak kelapa sawit
  • Kacang-kacangan, padi-padian, biji-bijian, telur, daging
  • Padi-padian, daging, hati, sayur-sayuran
  • Daging, hati, telur, susu, ragi
  • Padi-padian, kacang-kacangan, daging
  • Sayuran hijau, buah-buahan berwarna
  • Minyak tumbuh-tumbuhan, taoge
  • Hati, ragi, seafood
  • Ragi, kuning telur, ayam, ikan, susu, hati, brokoli, seledri, mentimun, bawang-bawangan, gandum
  • Seafood, kedelai, susu, sayuran hijau, jagung, apel
  • Kol, kacang-kacangan, telur, ikan, susu, daging tidak berlemak, kerang, gandum
  • Susu, ikan, bayam, kentang
  • Hati, ragi, sawi, avokad, kacang tanah, kemiri, jahe, rumput laut
  • Seafood, garam beryodium, rumput laut
  • Beras, gandum, oats, jeruk, kacang-kacangan
  • Padi-padian, daging, hati, susu, ragi
  • Hati, ragi, gandum, beras, kedelai, jeruk, kacang lentil
  • Minyak kacang, minyak jagung, minyak bunga matahari
  • Susu, kacang-kacangan, ikan, telur, daging hewan

Mineral yang dibutuhkan tubuh secara garis beras dikelompokkan menjadi mineral makro (kalsium, klorin, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan belerang) dan mineral mikro (kobalt, tembaga, fluorin, besi, yodium, mangan, seng, dan selenium). Kekurangan zat besi akan menyebabkan terjadinya anemia, lesu darah, atau kurang darah. Gejala yang paling mudah diamati dari anemia gizi besi adalah cepat lelah, tidak mampu berkonsentrasi, kurang selera makan, pusing kepala, letih, lemas, sesak napas, mudah kesemutan, merasa mual, dan jantung berdebar-debar. Hemoglobin diperlukan untuk melakukan transpor oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Di dalam jaringan-jaringan tersebut oksigen berfungsi sebagai zat pembakar unsur-unsur gizi sumber zat tenaga, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak yang masing-masing akan menghasilkan energi sebanyak 4,4, dan 9 kilokalori per gramnya. Dengan demikian, rendahnya konsumsi zat besi akan menyebabkan rendahnya kadar hemoglobin yang merupakan kunci utama rendahnya perolehan energi di dalam tubuh.

Untuk mengatasi hal tersebut dianjurkan banyak mengkonsumsi sumber-sumber zat besi, seperti hati, daging merah, ikan, kacang-kacangan, padi-padian, buah-buahan, dan sayuran hijau. Dengan beragamnya zat besi, beragam pula susunan makanan kita sehari-hari agar kebutuhan zat besi tubuh kita terpenuhi. Beberapa komponen pangan alami, seperti asam fitat, asam oksalat, dan tanin yang banyak terdapat pada serealia, sayuran, kacang-kacangan, dan teh dapat menghambat penyerapan zat besi. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi vitamin C dan protein hewani (daging, ikan, telur, dan susu). Mengingat kopi dan teh dapat mengganggu penyerapan seng di dalam tubuh maka dianjurkan agar mengurangi kebiasaan minum kopi dan teh secara berlebihan.

Vitamin E merupakan antioksidan yang sangat kuat untuk melumpuhkan daya rusak radikal bebas. Apabila status vitamin E di dalam tubuh kita rendah, kerusakan sel cepat terjadi sehingga orang dengan mudah mengalami berbagai penyakit degeneratif. Akhir-akhir ini, beberapa komponen pangan non gizi juga telah terbukti penting bagi pemeliharaan kesehatan, misalnya serat pangan (dietary fiber) dalam hubungannya dengan obesitas, kadar kolesterol, arteriosklerosis, penyakit jantung, diabetes, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Zat nongizi lain yang diakui manfaatnya untuk mencapai kesehatan dan kebugaran tubuh yang optimal adalah zat fitokimia. Fitokimia adalah suatu zat yang terdapat dalam suatu tanaman yang mempunyai peran dan pengaruh tertentu, baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi manusia yang memanfaatkannya. Zat fitokimia antara lain adalah senyawa fenolik, alkaloid, turunan isopren (seperti terpen, steroid, dan karotena), dan berbagai tipe senyawa kimia lainnya. Zat fitokimia tersebut tersebar pada bagian buah, daun, biji-bijian, umbi-umbian, dan dahan berbagai tanaman.

Beberapa bahan pangan tertentu mengandung kompinen bioaktif yang bersifat sebagai aphrodisiac adalah  artichoke, asparagus, bawang putih, rempah-rempah, ginseng, oyster, teratai, minyak ikan hiu, dan cokelat. Saat ini pemakaian rempah-rempah makin meluas. Selain untuk keperluan rumah tangga (sebagai bumbu), rempah-rempah juga digunakan dalam industri farmasi (obat-obatan), industri kosmetika, industri parfum, dan industri pangan. Secara alami rempah-rempah (bumbu-bumbu) mengandung berbagai macam komponen aktif yang sangat besar peranannya dalam penciptaan cita rasa, flavor, aroma, tekstur, warna dan penampakan suatu produk makanan. Rempah-rempah mengandung zat antioksidan, antibakteri, antikapang, antikhamir, antiseptik, antikanker, dan antibiotik. Rempah-rempah juga kaya akan berbagai vitamin (terutama vitamin A dan C) dan mineral (kalsium, kalium, natrium, dan fosfor). Semua kandungan tersebut membuat rempah-rempah sangat besar peranannya bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Rempah-rempah juga mangandung efek medis, yaitu bersifat aphrodisiac (menimbulkan rangsangan), astringent (mengatur aliran darah melalui kontraksi pembuluh darah), diuretic (melancarkan pembuangan air seni), dan expectorant (melancarkan pembuangan dahak). Khasiat rempah-rempah umumnya bertumpu pada kandungan minyak asiri dan oleoresinnya. Minyak asiri adalah komponen dari rempah yang mudah menguap, biasa diperoleh dengan cara destilasi uap, sedangkan oleoresin adalah hasil ekstraksi oleh pelarut organik setelah minyak asirinya diambil.

Jenis Rempah

Efek Medis

Jahe Aphrodisiac, kesulitan pencernaan, obat kembung (carminative), obat gosok
Pala Aphrodisiac, astringent, obat kembung, sakit perut, disentri, mual, muntah, rematik, gejala lepra
Lada Aphrodisiac, obat keseleo, gangguan pencernaan, malaria, wasir, antinyamuk, insektisida
Bawang merah Aphrodisiac, diuretic, expectorant, antiseptik, sakit kepala, obat demam, penawar bisa ular
Bawang putih Aphrodisiac, perangsang pertumbuhan sel tubuh (daya peremajaan), antilesu darah, obat diabetes, antikanker, obat kembung, antibiotik, antiseptik
Ketumbar Aphrodisiac, diuretic, obat kembung, sakit perut, gangguan pencernaan, obat muntah

Umbi ginseng sering dijuluki sebagai the essence of the earth in the form of a man. Hal ini mudah dimengerti karena umbi ginseng selintas tampak berwujud seperti manusia. Umbi ginseng yang beredar di pasar umumnya dibedakan atas ginseng yang berasal dari Amerika, ginseng asal Asia, dan ginseng asal Siberia. Dari ketiga jenis ginseng tersebut, ginseng Asia (Panax ginseng) merupakan ginseng yang paling kuat potensinya dan paling mahal harganya. Ginseng juga mengandung komponen aktif ginsenosides, yaitu suatu senyawa yang dapat mengatur kerja pituitariadrenal untuk meningkatkan sistem kekebalan dan kemampuan tubuh menghadapi stres dan kelelahan. Itulah mengapa ginseng juga dipercaya sebagai obat untuk mengatasi depresi, kelelahan, stres, flu, demam, diare, influenza, gangguan pernapasan, inflamasi, dan kerusakan kekebalan tubuh. Seperti kopi dan teh, ginseng juga dapat meningkatkan rangsangan saraf.

Ginseng dapat dinikmati dalam bentuk umbi basah, umbi kering, tepung, kapsul, tablet, campuran teh celup, dan permen. Secara sederhana sari ginseng dapat dibuat dengan cara merebus satu ons umbi segar dengan satu cangkir air selama 15-20 menit kemudian airnya diminum. Dalam sehari dianjurkan untuk meminum dua cangkir air rebusan ginseng. Konsumsi ginseng tidak dianjurkan pada orang dengan kondisi hamil, insomnia, demam, asma, hipertensi, kesulitan dalam pembekuan darah, kelainan jantung, diabetes, dan empisema (bengkak pada paru-paru karena pembuluh darah kemasukan udara). Di Cina teratai sudah sejak lama dimanfaatkan untuk keperluan kosmetika dan obat-obatan. Dalam kitab Tayeh Shih-I-Cich yang disusun oleh Li Ta Tien (631-725 M) disebutkan bahwa seorang kaisar wanita yang bernama Wu Tse Tien selalu merawat kesehatan tubuhnya dengan tanaman teratai. Diceritakan bahwa sejak usia belia hingga lansia, kaisar tersebut selalu memanfaatkan seluruh bagian tanaman teratai (akar, tunas, daun, dan biji) secara rutin.

Teratai dapat disajikan dalam berbagi bentuk hidangan, seperti es, sup, sekoteng, dan ikan atau ayam bungkus teratai. Akar teratai yang mengandung karbohidart cukup tinggi berkhasiat untuk mengobati diabetes, mencegah sembelit, melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan menambah selera makan. Tunas teratai yang terdapat dalam biji berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, membuat tidur lebih nyenyak, dan mencegah kanker. Daun teratai dapat meningkatkan selera makan. Sedangkan biji teratai berkhasiat untuk meningkatkan fungsi jantung, hati dan limpa, memperbaiki stamina, membuat awet muda, sert menyembuhkan diare dan disentri.

Labu kuning berkhasiat untuk pengobatan migren, sakit telinga, mencegah kanker, membunuh cacing pita, pengobatan edema, gout, dan batu ginjal. Ditinjau dari segi gizi, labu kuning mengandung vitamin A, B, C, kalsium, fosfor, besi, dan serat dalam jumlah cukup tinggi. Pepatah mengatakan one clove of garlic a day, keeps your doctor away (dengan memakan satu siung bawang putih setiap hari, Anda tidak perlu lagi pergi ke dokter). Pernyataan tersebut menunjukkan bawang putih mempunyai khasiat yang luar bisa bagi kesehatan. Menurut kepustakaan, masyarakat Balbonia telah manggunakan bawang putih sebagai penyembuh berbagai jenis penyakit sejak berabad-abad yang silam. Ketika para budak membangun piramida di zaman  Mesir Kuno setiap hari dalam menu mereka dibubuhkan bawang putih agar tubuhnya tetap sehat dan kuat. Orang Bulgaria yang umumnya dikenal sebagai penduduk berusia panjang (lebih dari 100 tahun) adalah bangsa pemakan bawang putih. Alisin beserta senyawa sulfida, seperti dialil disulfidametil alil trisulfidatrimetil trisulfida, dan ajoene (hasil kondensasi alisin) merupakan zat yang berkhasiat dalam bawang putih.

Menurut orang Spanyol bawang putih merupakan obat kuat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Makanan mereka sehari-hari sarat akan bawang putih. Sopa de ajo merupakan sup bawang putih yang sangat terkenal di Spanyol Selatan. Di daerah sekitar Jenewa, terdapat makanan yang populer dengan saus pesto (terbuat dari bawang putih dan daun bawang yang ditumbuk halus). Seni memasak Prancis mengenal pain d’ail (garlic bread = roti bawang putih) yang sangat populer. Bawang putih mengandung zat aktif yang disebut skordinin, suatu zat yang mampu memacu pertumbuhan. Percobaan pada tikus menunjukkan peningkatan kemampuan berenang pada tikus tiga kali lipat dibandingkan yang tanpa skordinin.